PENGELOLAAN KEGIATAN BURUK DAN BAHAN MAKANAN TIDAK MILIKI STANDAR MUTU YANG BAIK, PESERTA RAINAS 2023 PROTES
- Minggu, 20 Agu 2023 07:04 WIB
- Umum
PENGELOLAAN KEGIATAN BURUK DAN BAHAN MAKANAN TIDAK MILIKI STANDAR MUTU YANG BAIK, PESERTA RAINAS 2023 PROTES
Cibubur Jakarta -Peserta kegiatan Raimuna Nasional Pramuka unjuk rasa kepada panitia terkait dengan bahan makanan (natura) dan pengelolaan kegiatan yang buruk.
“Bahan makanan ada yang busuk, tidak lengkap dan terlambat datang. Pada kegiatan wisata hari pertama dan kedua, peserta mendapat makanan basi sehingga ada yang kena diare,” kata Sapto Susilo, Pembina Pendamping dari kontingen Kwartir Cabang Demak, Jawa Tengah pada Sabtu, 19 Agustus 2023.
Raimuna Nasional yang diikuti sekitar 20 ribu pramuka penegak dan pandega dibuka oleh Wapres Maaruf Amin pada 14 Agustus dan berlangsung hingga 21 Agustus 2023. Aksi unjuk rasa sebagian peserta berlangsung di Perkemahan Putera IV (Kempa IV) pada Jumat malam. Di lokasi perkemahan mereka menempelkan kardus dengan tulisan: Kembang Api Diurus Natura Engga; Camp Fee Elit Natura Sulit; Gini Amat Jadi Peserta Rainas.
Ada lagi yang menyoroti kegiatan wisata dan menuliskan protes: “Rela ga mandi pagi karena rame di MCK dan bangun jam 04.00 ternyata berangkatnya jam 09.00.” Dewan Kerja Penegak dan Pandega Kwarir Nasional (DKN) adalah panita penyelenggara Raimuna Nasional.
Sapto Susilo, yang menjadi Ketua Dewan Kerja Penegak dan Pandega Kwarcab (DKC) Demak, menyoroti kegiatan wisata ke sejumlah lokasi di Jakarta yang kacau. Para peserta diminta berkumpul di parkiran bus jam 6 pagi. Namun bus baru berangkat dari Cibubur jam 9. Di lokasi wisata tidak ada yang memandu dan peserta dibiarkan saja.
“Anggota saya ada yang baru pulang jam 10 malam dari wisata ke Kota Tua karena bus rusak di tengah jalan,” ujar Sapto.
Dia menilai sejumlah kegiatan yang membosankan peserta karena hanya berisi ceramah, pameran dan sejenisnya.
Purkon Sumantri (Akong), nara sumber di stan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Raimuna Nasional, mengakui adanya kisruh soal natura. Dia dan panitia lainnya mendapat makanan nasi kotak yang isinya hanya nasi, sayur toge, tahu, sepotong ati sapi dan sambel.
“Bahan makanan yang diterima peserta dan pembina pemdamping tidak sesuai dengan biaya (camp fee) yang telah mereka bayar ke Kwarnas,” kata Purkon yang pernah menjadi Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Bupati Perkemahan Raimuna Nasional 1997 di Cibubur, Jakarta Timur.
Menurutnya, kekacauan dalam manajemen kegiatan dipicu oleh aplikasi Raimuna Nasional yang lemah. Banyak peserta yang baru menerima pemberitahuan agenda kegiatan hari itu pada Subuh hari.
Bahkan banyak pihak menyayangkan soal lemahnya pengamanan sehingga terjadi kasus pencurian barang berharga milik peserta.
Semrawutnya pelaksanaan Raimuna Nasional 2023 tidak lepas dari lemahnya perencanaan, dominannya pendamping DKN dan tidak dilibatkannya Andalan dan orang dewasa lainnya yang memiliki kemampuan dan jejaring, seharusnya sejak dua tahun lalu, Kwarnas melakukan kolaborasi dengan kementrian/instansi pemerintah, perusahaan dan lembaga non-pemerintah lainnya.
(PUSINFO)
Website Resmi Kwarcab 12 Padang Panjang